Jakarta - Tim bulutangkis Indonesia berhasil meraih medali emas
di Olimpiade 2016. Keberhasilan yang diraih lewat Tontowi Ahmad/Liliyana
Natsir itu belum memuaskan PBSI.
Tontowi/Liliyana merebut emas
di nomor ganda campuran cabang olahraga bulutangkis. Mengalahkan Zhang
Nan/Zhao Yunlei, mereka mengembalikan tradisi emas olimpiade dari cabor
bulutangkis, yang sempat terputus di Olimpiade 2012 di London.
PBSI
mengaku bangga dengan torehan tersebut, kendati belum sepenuhnya puas.
Hal itu seperti diungkapkan wakil Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad
Budiharto. Target mereka sejak awal adalah dua medali.
"Secara over all
sebenarnya kami tidak terlalu puas karena kami menargetkan dua medali.
Jenisnya apa kami tidak menentukan. Bisa dua medali emas, atau satu emas
dengan satu medali perak," kata Budiharto saat berbincang dengan detikSport, Senin (22/8/2016).
Budi
bilang bahwa hasil ini memang mengejutkan. Tersingkirnya Hendra
Setiawan/Mohammad Ahsan, menjadi salah satu penyebab perhitungan yang
meleset.
"Secara mental mereka siap, sangat siap. Cuma karena terlalu exciting jadi perfoma mereka tidak keluar Tapi itulah misteri Olimpiade," ungkap Budi.
"Begitu
juga dengan hasil ganda putri, paling tidak dapat medali perunggu.
Tetapi di pertandingan kemarin yang terakhir tidak bisa teratasi baik,
permainan mereka tidak berkembang. Padahal persiapan fisik mereka baik.
Tapi itulah permainan. Sudah berjalan tetapi (hanya) sampai 80 persen,"
tambah dia.
Lebih lanjut lagi, Budi juga mengomentari nomor
tunggal putri. Di sana, ada Linda Wenifanetri. Linda dinilai tampil di
bawah rata-rata hingga gagal lolos grup.
"Penampilannya di bawah
perfoma. Terutama saat bertemu Vu Thị Trang. Dia sama sekali tidak
berkembang, Linda mengalami demam panggung. Sebaliknya saat bertemu
pemain Jepang dia bisa bermain. Kami tahu lawannya (Vu Thị Trang) itu
mainnya cepat sekali, sementara kemampuan Linda tidak bisa bermain
dengan kecepatan seperti itu," Budi imbuhnya.
sumber : http://sport.detik.com/raket/3281053/raihan-satu-emas-olimpade-belum-puaskan-pbsi
